Navigasi BERITA Terkini Wabub Rupinus Tancap Tiang Pertama Balai Dusun Pekawai

Wabub Rupinus Tancap Tiang Pertama Balai Dusun Pekawai

Email Cetak PDF

Wakil Bupati sekadau Rupinus, SH,. M.Si melakukan penancapan tiang pertama pembangunan balai dusun atau balai angin di Dusun Pekawai Desa Nanga Suri Kecamatan Nanga Maha, Rabu (4/8/2011). Kedatangan wakil bupati Sekadau Rupinus yang saat itu didampingi istrinya Ny. Kristina disambut hangat oleh masyarakat Dusun Pekawai, termasuk juga pastor dan frater yang diundang oleh masyarakat setempat untuk memberkati tiang pertama pembangunan balai dusun tersebut.

Sebelum penancapan tiang pertama dilakukan oleh wakil Bupati Sekadau Rupinus, acara diawali dengan misa kudus yang dipimpin oleh Pastor Donatus Doni, CP, pastor paroki Nanga Mahap. Ratusan  masyarakat mulai dari orang dewa hingga anak-anak berbondong-bondong datang ke lokasi untuk menyaksikan prosesi penancapan tiang pembangunan balai dusun Pekawai.

Pastor Donatus Doni dalam homilinya mengatakan setiap pembangunan yang dilakukan umat agar mengandalkan Tuhan termasuk pembangunan balai dusun yang sekarang dibangun oleh masyarakat Pekawai, sehingga menjadi bangunan yang kokoh untuk menjalin persaudaraan antar umat, masyarakat, desa dan antar pemerintah.

Pastor Donatus Doni juga berharap agar kerukunan dan kebersamaan umat yang sudah terbangun dengan baik dapat dipelihara, salah satunya melalui pertemuan di balai dusun yang merupakan niat dan cita-cita umat.

Sementara itu ketua Panitia pembangunan balai dusun Pekawai Rudi Hartono dalam laporannya mengatakan balai dusun yang akan dibangun oleh masyarakat Pekawai seluas 8 x 20 meter persegi. Lebih jauh dikatakan Hartono, biaya yang dibutuhkan dalam pembangunan tersebut kurang lebih Rp 100 juta. Biaya tersebut termasuk Alokasi Dana Desa (ADD), swadaya masyarakat, para donator dan pengusaha

Dihubungi terpisah, Kepala Desa Nanga Suri Kornelis ketika ditanya anggaran yang dicairkan oleh Desa Nanga Suri melalui anggara ADD, dia mengatakan sebesar Rp 33 juta. Hanya saja lanjut Kornelis, besarnya dana tersebut tidak bisa dicairkan sekaligus, pencairannya dilakukan dua tahap.

Untuk pencairan tahap pertama lanjut dia, sebesar Rp 15 juta, sementara untuk pencairan tahap kedua, akan dilakukan setelah pembangunan terealisasi minimal 50 persen. “Dana itu tidak semua kita cairkan, untuk tahap pertama Rp 15 juta, sisanya akan kita cairkan kembali setelah pembangunan berjalan,” paparnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Sekadau Aron, SH dalam sambutan singkatnya mengahrapkan kerjasama yang kuat dari masyarakat sehingga pembangunan yang dicita-citakan dapat terwujud dengan baik. Selain itu lanjut legislator asal dapil dua ini, pembangunan balai adat yang menjadi ciri khas masyarakat, supaya dilestarikan sehingga tetap eksis di tengah perkembangan era globalisasi. “Kita berharap balai adat menjadi budaya yang terus dilestarikan,” pesan Aron.

Sementara itu, Wakil Bupati Sekadau Rupinus dalam sambutannya mengatakan pemerintah Kabupaten Sekadau mendukung sepenuhnya pembangunan balai dusun yang sekarang dibangun oleh masyarakat Pekawai. Wabub Rupinus memberikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat Pekawai karena sudah mampu mendirikan sebuah bangunan yang peruntukannya menjadi wadah pemersatu masyarakat untuk berdialog, berkumpul dalam sebuah kebersamaan dan kekeluargaan antar satu dengan yang lain.

Untuk merealisasikan pembangunan tersebut, lanjut oran nomor dua di Bumi Lawang Kuari ini, partisipasi dan semangat gotong royong masyarakat Pekawai sangat diharapkan. “Apa yang menjadi impian masyarakat Pekawai untuk berdirinya sebuah bangunan, haruslah didasari dengan semangat kebersamaan dan kegotong royongan, sehingga impian tersebut menjadi sebuah kenyataan,” harap Wabub. Usai memberikan sambutan, dilanjutkan dengan acara syukuran makan bersama.