Bupati Sekadau Simon Petrus, S.Sos., M.Si, usai melakukan ziarah rohani di tanah suci Roma, Vatikan beberapa waktu lalu, langsung melaksanakan safari natal di Kecamatan Belitang Hulu dan Kecamatan Belitang, Senin (12/12/2011). Safari Natal Bupati Sekadau di Kecamatan Belitang Hulu dan Belitang merupakan hari ketiga setelah Kecamatan Sekadau Hilir dan Kecamatan Sekadau Hulu.
Konvoi dan iring – iringan puluhan kendaraan roda empat rombongan Safari Natal bupati Sekadau sempat menjadi perhatian saat melintasi kota kecamatan. Konvoi rombongan bupati juga tak luput dari pengawalan Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) yang dikomandani langsung oleh Kasat Pol POo Muhammad Arsya. Selama dalam perjalan, rombongan sedikit mengalami halangan akibat kondisi jalan yang agak kurang baik. Beberapa kali rombongan turun dari mobil karena amblas, namun demikian tidak mengurangi niat rombongan bupati untuk melaksanakan safari natal di Belitang Hulu dan Belitang.
Safari natal di Belitang Hulu dan Belitang agak berbeda sedikit dari safari natal yang sudah dilaksanakan di Sekadau Hilir dan di Rawak. Saari Natal di Belitang Hulu dan Belitang agak sedikit meriah karena diiringi dengan lagu puji – pujian yang memang sudah disipakan. Sementara suasana di Kecamatan Sekadau Hilir biasa – biasa saja, lantaran tidak ada lagu puji – pujian yang disiapkan oleh panitia. Rombongan bupati juga disambut dengan tarian adat dayak setempat.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Muspida Kabupaten Sekadau, camat Belitang Hulu dan Belitang beserta Muspika, Kepala Dinas Pertanian, Kaban Ketahanan Pangan, Plt. Kaban Kesbang, Kepala Kantor Lingkungan Hidup, Perwakilan masing-masing dari SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sekadau, para kepala desa, tokoh masyarakat dan lintas tokoh agama di kecamatan Belitang Hulu dan Belitang.
Dalam sambutannya Bupati Seakdau Simon Petrus, S.Sos., M.Si mengatakan, kegiatan safari natal yang dilaksanakan kali ini merupakan kegiatan rutin pemerintah daerah kabupaten sekadau yang dilaksanakan setiap tahun. Tujuan dilaksanakannya safari natal ini lanjut Simon Petrus adalah sebagai tali silahturahmi antara pemerintah kabupaten sekadau dengan masyarakat khususnya bagi masyarakat yang akan merayakan natal.
Dikatakan orang nomor satu di Bumi Lawang Kuari ini, tema besar natal tahun 2011 yang telah disepakati bersama antara konferensi wali gereja ( kwi ) dan persekutuan gereja – gereja indonesia ( pgi ) adalah “bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar” (yes. 9:1a)”
“Tema yang telah dirilis antara KWI dan PGI ini menggugah pikiran dan dapat menjadi inspirasi bagi kita untuk berbuat kebaikan. kebaikan yang dimaksud adalah kebaikan dalam berperilaku, beragama, berbangsa dan bernegara” terang Rupinus. Terakhir dalam sambutannya Rupinus berharap melalui perayaan natal yang akan dilaksanakan tanggal 25 desember 2011 nanti, bapak ibu dapat memperbaharui semangat pengharapan di hati masing-masing, mampu merefleksikan rasa kasih dalam kehidupan, serta mampu membangun semangat juang yang tinggi dalam membantu pemerintah membangun masyarakat kabupaten sekadau yang sejahtera, mandiri dan demokratis.


















