Duel Sengit Pada Lomba Tangkai Pangkak Gasing di FSBM XII

Duel Sengit Pada Lomba Tangkai Pangkak Gasing di FSBM XII

Duel Sengit Pada Lomba Tangkai Pangkak Gasing di FSBM XII

 

Sekadau Hilir, Madah Sekadau – Setelah pelaksanaan lomba tangkai gasing kelas uri, panitia Festival Seni Budaya Melayu (FSBM XII) tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Sekadau menggelar lomba tangkai gasing kelas pangkakgasing di Lapangan E.J. Lantu, Kec. Sekadau Hilir, Kab. Sekadau, Kamis (8/11). Sebanyak 10 kabupaten/kota yang ada di Kalimantan Barat turut serta dalam pertandingan yang digelar  setelah perlombaan gasing kelas uri dilaksanakan.

Dalam kelas pangkakgasing, setiap tim yang terdiri dari 3 orang anggota yang masing-masing akan bergantian memasang gasing pada arenayang berbentuk lingkaran yang setiap lingkaran memiliki nilai 2, 4, 6, 8 dan 10dan satunya memangkak (mengadu-Red) gasing lawannya agar keluar dari arena. Setiap anggota diberikan kesempatan 3 kali untuk memasang dan memangkak secara bergantian.

10 Kabupaten/kota yang mengikuti kelas pangkakgasing mengambil undian untuk menentukan siapa yang akan menjadi lawannya pada sistem yang berbentuk turnamen ini. Pada babak awal Kab. Sambas bertemu dengan Sintang, Bengkayang mendapatkan byesehingga menunggu juara antara Sambas dengan Sintang. Kab. Sekadau bertemu dengan Kubu Raya, Sanggau dengan Kayong Utara, sedangkan Kapuas Hulu mendapatkan bye, sehingga  menunggu pemenang antara Melawi dan Singkawang.

Dari hasil penyisihan didapatlah 4 yang berhak melaju ke babak semifinal, yaitu Bengkayang dengan Kubu Raya serta Kayong Utara bertemu Kapuas Hulu. Sebelum babak semifinal dimulai, diadakan terlebih dahulu perebutan juara harapan kedua dan ketiga antara Sintang dengan Sekadau yang dimenangkan oleh Sintang.

Pertandingan semifinal antara Bengkayang dengan Kubu Raya berlangsung ketat. Setiap tim saling berbalas angka, namun akhirnya Bengkayang berhasil mengalahkan Kubu Raya. Sedangkan pertandingan semifinal selanjutnya antara Kayong Utara dengan Kapuas Hulu tidak kalah menarik, namun Kayong Utara harus mengakui kehebatan Kapuas Hulu.

Pada final pangkak gasing yang mempertemukan Bengkayang dengan Kapuas Hulu berjalan sangat sengit, anggota pertama dari kedua tim saling memangkak gasing sehingga berakhir seri. Anggota kedua dari kedua tim tidak kalah seru berbalas angka, tetapi Kapuas Hulu lebih unggul sehingga menjadikan skor 1-0 untuk Kapuas Hulu. Bengkayang yang sudah ketinggalan 1 poin berusaha bangkit dan berhasil mendapatkan skor 1-1.

Pertandingan yang berakhir seri diputuskan dengan penjumlahan nilai dari setiap anggota tim yang bertanding, sehingga nilai terbanyak yang menang. Kapuas Hulu yang meraih nilai akumulasi 50 mengalahkan Bengkayang dengan nilai 32. Pada perebutan juara ketiga antara Kubu Raya dan Kayong Utara dimenangkan oleh Kayong Utara.

Perwakilan tim Kapuas Hulu, Hadeni yang ditemui seusai menerima piala mengungkapkan rasa gembiranya berhasil menjadi juara.

“Alhamdulillah, kami sangat senang sekali berhasil memenangkan pangkak gasing ini tetapi yang juara tidak boleh berbangga diri harus terus berusaha maksimal mungkin,” Jelas Hadeni

“Kami juga berpesan kepada panitia agar bisa lebih baik kedepannya,” Pesannya.

Ruslan Hibni salah satu dewan juri berpesan kepada generasi muda agar terus melestarikan gasing ini.

“ Marilah kita lestarikan uri gasing dan pangkak gasing, jangan sampai budaya Melayu kita ini punah ditelan zaman, hanyut ditelan air gelombang yang datang dari luar,” Pesan Rusli Hibni.

“Untuk para peserta, agar dapat ditingkatkan lagi prestasinya untuk menyongsong FSBM XIII,” tatambahnya. (Madah Sekadau/Halim)