Keberagaman Budaya Melayu Di Kalimantan Barat Melalui Upacara Adat di FSBM XII

Keberagaman Budaya Melayu Di Kalimantan Barat Melalui Upacara Adat di FSBM XII

Keberagaman Budaya Melayu Di Kalimantan Barat Melalui Upacara Adat di FSBM XII

 

Sekadau Hilir, MadahSekadau – Panitia Festival Seni Budaya Melayu (FSBM) XII tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kab. Sekadau menggelar upacara adat melayu yang dilaksanakan di aula Keraton Kusuma Negara, Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Jumat (9/11). Kegiatan ini sebagai upaya untuk memperkenalkan adat-adat serta budaya melayu yang ada disetiap masing-masing Kabupaten yang ada di Kalimantan Barat.

Kab. Sekadau mempertunjukkan salah satu adat Melayu yaitu, malam berjaga pengantin, sedangkan Kabupaten Sanggau mempertunjukkan adat melayu Manik benih dan nugal, selanjutnya pada Kabupaten Kapuas Hulu mempertunjukkan adat melayu Besurung hantaran kepada mempelai perempuan.

Upacara adat Melayu Kab. Sekadau, menampilkan sepasang mempelai pengantin berserta orang tua dan diisi dengan tarian jepin, bersyair oleh orangtua dari kedua mempelai pengantin serta dilanjutkan dengan makan saprahan bersama masyarakat.

Pada upacara adat Kab. Sanggau, menampilkan sekelompok orang yang melakukan aktifitas menugal (bercocok tanam-Red)  yang diiringi dengan tarian dan alunan lagu kemudian setelah kegiatan menugal tersebut selesai dilakukan,  maka dilanjutkan dengan istirahat serta membagikan minuman sebagai pelepas penat.

Sementara itu Kabupaten Kapuas Hulu, menampilkan adat melayu pada saat mempelai laki-laki melamar mempelai perempuan dengan memberikan hantaran yang berupa barang yang terdiri dari seperangkat kapur sirih atau tepa’ sirih, air serbat, barang pengiring, dan lain-lain.

Ketua Majelis Adat budaya Melayu (MABM) Kalimantan Barat, Charil Efendy menyampaikan bahwa adanya kebudayaan-kebudayaan kita ini bisa diperkenalkan dan nantinya juga dapat dikenal oleh dunia dengan teknologi yang semakin berkembang dijaman sekarang ini.

“Budaya kita hari ini itu bisa disosialisasikan untuk dapat dikenal oleh dunia melalui teknologi digital yang ada sekarang ini, dan kemudian juga ada beberapa budaya kita misalnya motif melayu dan itu mungkin tidak perlu lagi perkenalkan secara manual, tetapi dapat diperkenalkan dari cara komputerisasi sehingga dapat lebih cepat dan lebih beragam lagi hasilnya,” Jelas Ketua MABM Kalbar, Charil Efendy.

Diakhir acara ketua MABM Kalbar berserta panitia memberikan uang pembinaan kepada seluruh peserta upacara adat melayu yang melaksanakan berbagai adat budaya melayu yang ada di masing-masing  Kabupaten/Kota di Kalimantan barat. (Madahsekadau/Achmad/Rija/Halim)